Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

Orgaqnisasi Kehidupan

                                                
ORGANISASI KEHIDUPAN

Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam Biologi adalah makhluk hidup dan kamhluk tak hidup. Makhluk hidup selalu erat kaitannya dengan lingkungan. Lingkungan tersebut terbagi menjadi lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup yang terbagi atas mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Lingkungan abiotik meliputi faktor kimia dan fisika yang penting bagi makhluk hidup, seperti air, temperatur, sinar matahari dan tanah.

Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et al, 2006:4).

1. Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul
Dalam tingkat molekuler, atom-atom berikatan membentuk molekul. Molekul-molekul tersebut akan menyusun organel-organel sel. Contohnya, membran sel plasma yang tersusun atas molekul-molekul protein, fosfolipid, kolesterol, air, karbohidrat, dan ion-ion lain. Adanya molekul tersebut, memungkinkan membran plasma menjalankan fungsinya sebagai bagian luar sel yang memisahkan sel dengan lingkungan sekitarnya.
 2. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel
Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Ada makhluk hidup yang tersusun atas satu sel (uniseluler), dan adapula makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.
 Setiap sel memiliki organel-organel yang mampu menjalankan fungsinya untuk hidup. Organle sel tersebut diantaranya ribosom, mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma, membran plasma, dan vakuola. Seluruh aktivitas organel tersebut dikontrol oleh inti sel (nukleus).

3. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan

Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan, dan fungsi sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Kajian tentang jaringan dipelajari dalam histologi. Pada makhluk hidup terdapat berbagai macam jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan ikat.

Jaringan saraf memiliki fungsi menyampaikan rangsang dari luar untuk diteruskan menuju otak. Otak tersebut menanggapi rangsang melalui jaringan saraf untuk meresponnya. Misalnya, saat memegang benda panas, kita akan merespons dengan melepas benda panas tersebut.
 
 4. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ
Organisasi kehidupan tingkat organ merupakan organisasi hidup dari kumpulan jaringan. Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan yang berbeda untuk melakukan suatu pekerjaan yang sama. Suatu organ memiliki tugas untuk menjalankan fungsinya. Organ terdiri atas beberapa jaringan yang berbeda. Contoh organ adalah kulit, jantung, ginjal, dan mata.

Organ kulit tersebut oleh beberapa jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan darah, dan jaringan saraf. Keseluruhan jaringan tersebut bekerja sama menjalankan peran dan fungsinya, seperti melindungi tubuh dari berbagai faktor fisis dan menjadi pertahanan tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit (patogen).

Di dalam tubuh makhluk hidup, organ-organ yang berbeda akan berkumpul membentuk suatu sistem yang disebut sistem organ. Kumpulan organ-organ tersebut akan menjalankan fungsi dan tugas yang saling berkaitan. Contoh sistem pada organ pada manusia, yaitu sistem pencernaan terdiri atas organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

5. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu
Individu merupakan organisme yang tersusun oleh kumpulan sistem organ. Kumpulan sistem organ tersebut membentuk individu. Adanya berbagai sistem organ yang memiliki fungsi berbeda, membuat suatu individu mampu melakukan fungsi hidupnya dengan baik. Contoh organisasi kehidupan tingkat individu adalah seekor kucing, seekor ular, dan seorang manusia.
 6. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi
Oeganisasi kehidupan tingkat populasi terbentuk oleh spesies atau individu yang sejenis. Populasi sendiri merupakan kelompok yang terdiri atas psesies sejenis atau sama dan mendiami suatu habitat. Habitat merupakan tempat hidup suatu makhluk hidup.

Di dalam suatu populasi terjadi interaksi atau hubungan antar spesiesnya. Hal tersebut dilakukan guna menjalankan fungsi hidupnya, misalnya berkembang biak, melakukan perkawinan, dan untuk perlindungan satu sama lainnya. contoh organisasi tingkat populasi adalah sekumpulan banteng.



Dalam Biologi, dikenal pembagian makhluk hidup menjadi beberapa kerajaan atau kingdom. Kingdom yang dipelajari terdapat lima kelompok, yaitu kingdom Monera, kingdom Protista, kingdom Fungsi, kingdom Animalia, dan kingdom Plantae. Setiap kingdom terdiri atas populasi yang berbeda, misalnya kingdom Animalia memiliki populasi banteng, populasi elang jawa, dan populasi harimau jawa.

7. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas
Komunitas merupakan sekelompok populasi yang hidup dalam suatu daerah dan menempati lingkungan yang sama. Komunitas merupakan organisasi kehidupan yang memiliki banyak objek untuk diamati. Contohnya, komunitas sungai terdapat populasi katak, populasi udang, dan populasi plankton.

8. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem
Ekosistem merupakan beberapa macam populasi yang berinteraksi dengan lingkungannya tempat mereka hidup baik dengan komponen biotik maupun komponen abiotiknya. Di dalam ekosistem, organisasi kehidupan berlangsung sangat kompleks. Antarpopulasi terdapat suatu hubungan simbiosis serta siklus energi dan materi. Siklus energi ini terjadi melalui suatu peristiwa makan dimakan yang membentuk sebuah rantai makanan. Bahkan terdapat siklus energi yang lebih luas dan rumit dalam suatu jaring-jaring makanan.

Di dalam ekosistem, hubungan antara organisme biotiknya tidak dapat terlepas dari faktor abiotiknya. Contohnya, hewan yang memerlukan air untuk minum. Air merupakan salah satu komponen abiotik.

9. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma
Bioma merupakan organisasi kehidupan yang cukup beragam, khususnya jenis makhluk hidup di dalamnya. Bioma adalah satuan daerah daratan yang luas di bumi bercirikan sejenis tumbuhan dominan di daerah tersebut. Contohnya bioma gurun, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, dan bioma tundra.

Di dalam bioma, banyak sekali jenis individu ataupun populasi yang terdapat di dalamya. Misalkan pada bioma hutan hujan tropis yang didominasikan oleh tumbuhan tropis, terdapat keaneragaman individu yang tinggi di dalamnya. Indonesia memiliki bioma hutan hujan tropis, khususnya di pulau Sumatra dan Kalimantan.

Tingkatan kehidupan organisme yang dipelajari dalam ruang lingkup Biologi dipelajari dalam berbagai tingkatan. Setiap tingkatan tersebut memiliki kekhasan mengenai cirinya.

Ciri-ciri Makluk hidup

                                             CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.
Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup.
Reaksi oksidasinya sebagai berikut :
Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.
Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.
Peka terhadap Rangsang
                                   

Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.
Makan

Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.
Mengeluarkan Zat Sisa

Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : Ekskresi, Respirasi, Defekasi.
Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.
Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung.
Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.
Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
Berkembang Biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk berenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.
Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan, anatara lain :
Hewan/Manusia
1.Bergerak : Melakukan gerak pindah tempat.
2.Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg dimakan berupa zat organik.
3.Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu
Tumbuhan
1.Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
2.Cara memperoleh makanan: Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik
3.Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai mati.

Rabu, 19 September 2012


MENGUKIR PRESTASI 
DENGAN KEPRIBADIAN YANG BERKARAKTER

             Sering kita mendengar disekitar kita,perbincangan diseputar kepribadian dan karakter.Pembicaraan mereka yang dapat kita rekam misalnya,”Wah pendidikan sekarang ini tidak menghasilkan pribadi yang berkarakter!,”Seperti itu ucapan pak Andre yang bekerja sebagai seorang pegawai kantoran.Kalimat lain disampaikan oeh seorang petani yang tinggal cukup jauh dari perkotaan,”gimana tho anak-anak sekarang,sekolahnya tinggi-tinggi tapi kok kelakuannya rendah-rendah,”.Dikalangan pelajar bahkan sering terjadi ucapan-ucapan yang ditujukan pada anak-anak yang tidak sopan,tidak disiplin,norak dll dengan perkataan,”Dasar tidak punya karakter!,”Dan masih banyak lagi percakapan-percakapan lain yang sering kita dengar dimasyarakat terkait dengan topic diatas.
              Gambaran diatas sedikit memberi gambaran pada kita bahwa sebenarnya kepribadian yang berkarakter itu sangat didambakan oleh semua orang.Termasuk kita sebagai seorang pelajar harus menjadikan pribadi kita berkarakter mulia,karena kepribadian semacam ini akan menjadi mercusuar kemajuan masyarakat,bangsa dan Negara.Nah tentu kita menjadi senang karena itu,jika ia ingin berprestasi tentunya harus berkarakter.Mari kita mencoba untuk membuka teori-teori lama tentang kepribadian agar kita dapat menemukan sebenarnya tipe kepribadian yang seperti apa kita ini.

Menurut teori klasik,kepribadian manusia itu dapat dikelompokkan dalam 4 Tipe.
1.Korelis.
   Ciri orang yang berkepribadian korelis adalah suka mandiri,tegas dan semangatnya berapi-api,ia menyukai tantangan.Tipe semacam ini kekurangannya adalah mudah marah.
2.Sanguinis.
    Ciri khusus kepribadian ini adalah menyukai hal-hal yang praktis tidak berbelit-belit,terlihat happy dan ceria selalu.Kejutan merupakan hal yang ia sukai ,kegiatan social adalah hal yang sangat menarik baginya.
3.Phlegmatis
   Ciri kepribadian ini adalah suka bekerjasama,menghindari konflik,tidak suka perubahan yang mendadak.orang dengan kepribadian ini adalah teman yang enak untuk diajak bicara.
4.Melankolis
    Orang dengan kepribadian tipe ini bercirikan,menyukai hal yang detail,perfection,menyimpan kemarahan,suka kegiatan rutine dan suka instruksi yang jelas.

         Sekarang kita dapat mengetahui tipe kepribadian kita,namun kita tidak dapat memilih sebuah tipe kepribadian,karena kepribadian adalah warisan yang cenderung bersifat genetic.Ia sebagai karunia Tuhan yang pantas kita syukuri apapun tipe dan bentuknya sebagaimana bentuk tubuh kita.
Tidak dipungkiri bahwa tipe-tipe tersebut ada sisi positif dan sisi negative,sebagaimana Alloh ilhamkan pada tiap-tiap jiwa itu ruh kebaikan dan ruh keburukan.Lalu dapatkah kita menjadikan diri pribadi sebagai insane yang berkepribadian terbaik atau berkarakter baik? Jawabnya adalah dapat! Karena karakter adalah nilai-nilai luhur yang dapat diajarkan,dan ditumbuhkembangkan dalam kehidupan.Ia bukan turunan dari nenek moyangatau orangtya kita,te tapi budidaya manusia untuk membentuk kepribadian yang mulia(insane khamil).Sebagai misal kejujuran,kedisiplinan,ketekunan,kecerdasan dan lain-lain sifat mulia dapat dibangun dan dikembangkan melalui suatu proses tertentu. Tidak seperti kepribadian yang dapat diwariskan, karakter tak dapat diwariskan.Jadi karakter tidak instan,ada dan wujud begitu saja.Karakter harus dicari dilaksanakan dan dibiasakan sehingga menjadi budaya yang berurat dan berakar pada diri manusia sebagai pribadi dan masyarakat pada umumnya.
          Jadi manakala kita menjadi pelajar yang berkepribadian tertentu,kok menampakkan kebodohanan dikelas,atau tidak mendapatkan prestasi, ini bukan bawaan! Dan bukan takdir! Tetapi kemalasan yang menguasainya.Sebab jika ia mau belajar bersungguh-sungguh maka prestasi tentu dapat diraih,karakter cerdas dapat dicapai. Demikian pula manakala kita menjadi berperangai jorok,tidak sopan dan tidak mengindahkan tatakrama,itu bukan warisan dari ayah ataupun ibu tapi karena kita tidak mau belajar bersopan santun, tidak mau membiasakan tutur kata yang baik.
Setelah kita mengetahui diri kita tentang kepribadian dan karakter,bagaimana kita mengembangkan potensi yang kita miliki agar mencapai prestasi yang memuaskan?

       Ada 10 jurus yang bisa kita lakukan sbb:

1.Berniat sungguh-sungguh untuk berprestasi,sebab niat adalah ruh yang menggerakkan tindakan atau amalan.Kita tahu bahwa amalan yang baik harus didahului dengan niat.Kita dapat belajar pada saat kita melaksanakan puasa ramadhan,karena kita berniat sungguh-sungguh melaksanakan perintah Tuhan ,maka tidak terlalu berat kita menjalananinya.Lain halnya ketika kita terlambat makan,karena tidak ada niat maka menahan lapar dirasakan beban yang berat.Begitu pula ketika kita berniat menjadi siswa yang berprestasi maka semua potensi akan disiapkan untuk mendukung tercapainya suatu cita-cita.

2.Tumbuhkan motivasi dengan membaca biografi orang-orang sukses.Dari sini kita akan terpacu untuk berbuat seperti tokoh yang kit abaca.Dalam beberapa wawancara dengan seorang yang sukses,diketahui bahwa mereka terpacu dari pola pikir,tingkah laku dan perbuatan tokoh yang diidolakan yang tertulis dalam sebuah biografi.

3.Percayalah dengan kemampuan diri kamu sendiri.Tuhan menciptakan manusia adalah sama,hanya yang bersungguh-sungguh yang berhasil,Man jadda wa jadda.Kesamaan kita dengan lainya bisa dilihat dari:makanannya,volume otaknya,anggota geraknya,bentuk fisiknya dll.Tapi mengapa kemudian dikatakan ada yang pandai dan ada yang bodoh?Tanya pada orang yang pandai berapa kali ia membaca,berapa jam belajar dalam sehari,berapa kali ia berlatih .Bandingkan dengan si bodoh,nah kita akan mengerti bahwa sesungguhnya peran yang besar dalam keberhasilan belajar adalah usaha kita sendiri!Sebab itu kita meski yakin manakala kita banyak belajar tentu akan pandai,manakala kita banyak membaca tentu akan mengerti,manakala banyak berlatih tentu akan kuat ingatannya.

4.Berdisiplinlah menggunakan waktu,tanamkan bahwa waktu itu adalah ilmu,jika kita tidak memanfaatkan waktu maka waktu yang akan memanfaatkan kita.Hitunglah dalam keseharianmu,berapa jam kita gunakan untuk belajar,berapa jam kita pakai untuk tidur,berapa jam kita pergunakan untuk bermain?Mana porsi yang terbanyak?Orang pandai tentu menggunakan sebagian besar waktunya untuk belajar,sedang orang bodoh menghabiskan waktunya untuk bermain .

5.Tentukan target yang jelas ,bidang studi apa yang akan kita jadikan pionir,berapa nilai yang harus kita peroleh dlsb.Mulailah mentarget dari pelajaran yang engkau anggap ringan,misalkan engkau target mendapat nilai 8,setelah tercapai baru pelajaran yang lainnya.

6.Berlatih konsentrasi dalam belajar baik di kelas maupun ketika belajar sendiri.Semakin baik dan semakin lama kita mampu berkonsentrasi semakin kuat dan cepat kita menguasai materi.Cobalah berlatih mengukur dan menambah konsentrasi belajarmu dengan cara membaca sebuah cerita,fokuskan perhatianmu.Catat dari awal membaca (awal konsentrasi)sampai  fikiranmu tidak tertuju lagi pada cerita yang kamu baca(akhir konsentrasi),berapa menit.Kemudian coba lagi seperti itu dan seterusnya hingga kamu mendapatkan konsentrasi terlama dan terbagus.

7.Berani dan tidak malu bertanya karena guru akan membimbing mana yang kita tidak tahu.Kesalahan besar yang sering terjadi pada pelajar dalam belajar di sekolah adalah tidak berani bertanya.Karena tidak bertanya maka guru tidak mengerti bagian materi mana yang harus diulang,sehingga guru hanya mendapatkan data yang semu alias tidak nyata,karenanya ketika guru melanjutkan pembelajaran,terjadi ketidakpahaman yang menumpuk pada diri siswa.Kita jadi rugi sendiri jika malu bertanya.

8.Ikuti organisasi yang ada di sekolahmu karena dengan berorganisasi kita akan terlatih untuk mengemukakan pendapat dan berwawasan luas.Sering berinteraksi dengan orang-orang yang pintar akan membuat kita jadi pintar.

9.Amati dimana kelebihanmu,maka ikuti pengembangan diri sesuai dengan bakatmu,sebab dengan bakatmu mungkin menjadikan kamu siswa yang berprestasi.Perlu diketahui bahwa prestasi tidak hanya di bidang akademik saja tetapi dapat juga non akademik,maka mana bakat yang kamu senangi kembangkanlah.

10.Sholat dan doa adalah kunci dari sekian banyak usaha,yang berarti memasrahkan usha yang telah kita jalani untuk mendapatkan karunia dari illahi.Bagi Alloh sesuatu yang tidak mungkin dalam pandangan manusia,menbjadi mungkin.Dan manakla Dia menginginkan sesuatu cukuplah berfirman Kun fayakun (jadilah maka terus jadi).
Selamat berprestasi dengan kepribadian yang berkarakter.
                                                                                  Oleh: Agus H

Senin, 03 September 2012

Untuk memenuhi Nilai sesuai KKM maka siswa yang hasil ulangannya kurang dari KKM(75) diharuskan membuat tugas sbb:


TUGAS REMIDI BIOLOGI KELAS IX
    Standar Kompetensi
1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan
    Kompetensi Dasar
1.1.Mendi skripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan


"CARI SITUS DI INTERNET TENTANG ALAT-ALAT EKSKRESI MANUSIA DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM EKSKRESI.  PRINT OUT DAN JILIDLAH!

Format Judul sampul depan sbb:
SISTEM EKSKRESI DAN PENYAKIT SISTEM EKSKRESI
              (disusun untuk memenuhi tugas remidi)

                               Oleh........

          SMP NEGERI 1 POLOKARTO
KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH

Materi sistem ekskresi dapat di Download disini atau klik disini