Jumat, 05 Oktober 2012

MENITI KARIER MENURUT ISLAM

MENITI KARIER MENURUT ISLAM 

      Setiap orang yang bekerja dalam pemerintahan maupun perusahaan swasta menginginkan perjalanan karier yang terus meningkat.namun dalam perjalanannya banyak diantara mereka yang mengejar karier tersebut dengan cara yang tidak bagus,berbuat sekehendak hatinya untuk mewujudkan impiannya.Cara-cara yang tidak bagus itu antara lain dengan memanipulasi data,membikin karya semu atau bahkan membayar/menyogok atasan agar mengabulkan keinginannya,padahal hasil yang kita dapat nantinya dimakan oleh keluarga.Nah tentu itu termasuk hal yang subhat yang harus dihindari. Bayak pula diantara mereka yang tidak mengindahkan norma agama yang mereka anut dan hanya mengikuti hawa nafsu untuk mendapatkan posisi dan predikat yang lebih menurut kebanyakan orang.

       Berkarier artinya bekerja untuk mengembangkan kehidupan,pekerjaan ataupun jabatan.Biasanya karier dibedakan menjadi 3 yaitu Karier pendidikan,Karier pekerjaan dan karier keluarga.Dalam kenyataannya susah mendapatkan ketiga-tiganya,bahkan sering kita dengar seseorang sukses berkarier di pekerjaannya tetapi gagal dalam rumahtangganya,sukses berkarier di pendidikan gagal di pekerjaannya atau rumahtanggannya. Adapun karier keluarga akan menjadi suatu tantangan yang jauh lebih berat dari ke dua karier di atas.

      Dalam kondisi krisis multi dimensi sekarang ini, penciptaan suasana rumah tangga dan keluarga yang sholeh menjadi barang langka. Seorang ayah yang menjadi imam (pemimpin) dikeluarganya tentu akan diminta pertanggung jawaban dalam mengajak isteri dan anak-anak kepada keimanan dan kesholehan. Agar dalam meniti karier tidak terjerumus pada kemungkaran dan kesesatan atau agar meniti karier bernilai ibadah,mari kita simak pondasi-pondasi yang tertera dalam dinul islam. dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan.

      "Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan" (Bukhari, muslim, ahmad, abu daud, ibnu majah, tirmidzi)

      "Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya. (HR Bukhari)

      "Sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan ini kepada seseorang yang memintanya, tidak pula kepada orang yang sangat berambisi untuk mendapatkannya" (HR Muslim).

      "Sesungguhnya engkau ini lemah (ketika abu dzar meminta jabatan dijawab demikian oleh Rasulullah), sementara jabatan adalah amanah, di hari kiamat dia akan mendatangkan penyesalan dan kerugian, kecuali bagi mereka yang menunaikannya dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya". (HR Muslim). 
 
      Hikmah dibalik adanya larangan meminta dan ambisius mengejar jabatan, antara lain "mencegah timbulnya persaingan tidak sehat dan menghalalkan segala cara untuk mencapai . Jabatan adalah amanah dan kepercayaan orang banyak. Pada dasarnya yang menilai kualitas diri dan pekerjaan seseorang bukanlah diri sendiri, tapi orang lain. Seorang muslim diperintahkan dalam agama agar bekerja dan berbuat yang terbaik. Bercita-cita untuk meraih puncak karir di perusahaan atau instansi tempat bekerja pada dasarnya adalah baik. Misalkan di suatu perusahaan, kandidat yang akan dipromosi jabatan harus memaparkan konsep dan rencana kerjanya, maka itu di luar konteks meminta jabatan yang dilarang dalam agama.

      Rasulullah dalam sebuah hadis, mendorong seorang muslim agar melakukan sesuatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah:“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan, karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)”.

Rabu, 19 September 2012


MENGUKIR PRESTASI 
DENGAN KEPRIBADIAN YANG BERKARAKTER

             Sering kita mendengar disekitar kita,perbincangan diseputar kepribadian dan karakter.Pembicaraan mereka yang dapat kita rekam misalnya,”Wah pendidikan sekarang ini tidak menghasilkan pribadi yang berkarakter!,”Seperti itu ucapan pak Andre yang bekerja sebagai seorang pegawai kantoran.Kalimat lain disampaikan oeh seorang petani yang tinggal cukup jauh dari perkotaan,”gimana tho anak-anak sekarang,sekolahnya tinggi-tinggi tapi kok kelakuannya rendah-rendah,”.Dikalangan pelajar bahkan sering terjadi ucapan-ucapan yang ditujukan pada anak-anak yang tidak sopan,tidak disiplin,norak dll dengan perkataan,”Dasar tidak punya karakter!,”Dan masih banyak lagi percakapan-percakapan lain yang sering kita dengar dimasyarakat terkait dengan topic diatas.
              Gambaran diatas sedikit memberi gambaran pada kita bahwa sebenarnya kepribadian yang berkarakter itu sangat didambakan oleh semua orang.Termasuk kita sebagai seorang pelajar harus menjadikan pribadi kita berkarakter mulia,karena kepribadian semacam ini akan menjadi mercusuar kemajuan masyarakat,bangsa dan Negara.Nah tentu kita menjadi senang karena itu,jika ia ingin berprestasi tentunya harus berkarakter.Mari kita mencoba untuk membuka teori-teori lama tentang kepribadian agar kita dapat menemukan sebenarnya tipe kepribadian yang seperti apa kita ini.

Menurut teori klasik,kepribadian manusia itu dapat dikelompokkan dalam 4 Tipe.
1.Korelis.
   Ciri orang yang berkepribadian korelis adalah suka mandiri,tegas dan semangatnya berapi-api,ia menyukai tantangan.Tipe semacam ini kekurangannya adalah mudah marah.
2.Sanguinis.
    Ciri khusus kepribadian ini adalah menyukai hal-hal yang praktis tidak berbelit-belit,terlihat happy dan ceria selalu.Kejutan merupakan hal yang ia sukai ,kegiatan social adalah hal yang sangat menarik baginya.
3.Phlegmatis
   Ciri kepribadian ini adalah suka bekerjasama,menghindari konflik,tidak suka perubahan yang mendadak.orang dengan kepribadian ini adalah teman yang enak untuk diajak bicara.
4.Melankolis
    Orang dengan kepribadian tipe ini bercirikan,menyukai hal yang detail,perfection,menyimpan kemarahan,suka kegiatan rutine dan suka instruksi yang jelas.

         Sekarang kita dapat mengetahui tipe kepribadian kita,namun kita tidak dapat memilih sebuah tipe kepribadian,karena kepribadian adalah warisan yang cenderung bersifat genetic.Ia sebagai karunia Tuhan yang pantas kita syukuri apapun tipe dan bentuknya sebagaimana bentuk tubuh kita.
Tidak dipungkiri bahwa tipe-tipe tersebut ada sisi positif dan sisi negative,sebagaimana Alloh ilhamkan pada tiap-tiap jiwa itu ruh kebaikan dan ruh keburukan.Lalu dapatkah kita menjadikan diri pribadi sebagai insane yang berkepribadian terbaik atau berkarakter baik? Jawabnya adalah dapat! Karena karakter adalah nilai-nilai luhur yang dapat diajarkan,dan ditumbuhkembangkan dalam kehidupan.Ia bukan turunan dari nenek moyangatau orangtya kita,te tapi budidaya manusia untuk membentuk kepribadian yang mulia(insane khamil).Sebagai misal kejujuran,kedisiplinan,ketekunan,kecerdasan dan lain-lain sifat mulia dapat dibangun dan dikembangkan melalui suatu proses tertentu. Tidak seperti kepribadian yang dapat diwariskan, karakter tak dapat diwariskan.Jadi karakter tidak instan,ada dan wujud begitu saja.Karakter harus dicari dilaksanakan dan dibiasakan sehingga menjadi budaya yang berurat dan berakar pada diri manusia sebagai pribadi dan masyarakat pada umumnya.
          Jadi manakala kita menjadi pelajar yang berkepribadian tertentu,kok menampakkan kebodohanan dikelas,atau tidak mendapatkan prestasi, ini bukan bawaan! Dan bukan takdir! Tetapi kemalasan yang menguasainya.Sebab jika ia mau belajar bersungguh-sungguh maka prestasi tentu dapat diraih,karakter cerdas dapat dicapai. Demikian pula manakala kita menjadi berperangai jorok,tidak sopan dan tidak mengindahkan tatakrama,itu bukan warisan dari ayah ataupun ibu tapi karena kita tidak mau belajar bersopan santun, tidak mau membiasakan tutur kata yang baik.
Setelah kita mengetahui diri kita tentang kepribadian dan karakter,bagaimana kita mengembangkan potensi yang kita miliki agar mencapai prestasi yang memuaskan?

       Ada 10 jurus yang bisa kita lakukan sbb:

1.Berniat sungguh-sungguh untuk berprestasi,sebab niat adalah ruh yang menggerakkan tindakan atau amalan.Kita tahu bahwa amalan yang baik harus didahului dengan niat.Kita dapat belajar pada saat kita melaksanakan puasa ramadhan,karena kita berniat sungguh-sungguh melaksanakan perintah Tuhan ,maka tidak terlalu berat kita menjalananinya.Lain halnya ketika kita terlambat makan,karena tidak ada niat maka menahan lapar dirasakan beban yang berat.Begitu pula ketika kita berniat menjadi siswa yang berprestasi maka semua potensi akan disiapkan untuk mendukung tercapainya suatu cita-cita.

2.Tumbuhkan motivasi dengan membaca biografi orang-orang sukses.Dari sini kita akan terpacu untuk berbuat seperti tokoh yang kit abaca.Dalam beberapa wawancara dengan seorang yang sukses,diketahui bahwa mereka terpacu dari pola pikir,tingkah laku dan perbuatan tokoh yang diidolakan yang tertulis dalam sebuah biografi.

3.Percayalah dengan kemampuan diri kamu sendiri.Tuhan menciptakan manusia adalah sama,hanya yang bersungguh-sungguh yang berhasil,Man jadda wa jadda.Kesamaan kita dengan lainya bisa dilihat dari:makanannya,volume otaknya,anggota geraknya,bentuk fisiknya dll.Tapi mengapa kemudian dikatakan ada yang pandai dan ada yang bodoh?Tanya pada orang yang pandai berapa kali ia membaca,berapa jam belajar dalam sehari,berapa kali ia berlatih .Bandingkan dengan si bodoh,nah kita akan mengerti bahwa sesungguhnya peran yang besar dalam keberhasilan belajar adalah usaha kita sendiri!Sebab itu kita meski yakin manakala kita banyak belajar tentu akan pandai,manakala kita banyak membaca tentu akan mengerti,manakala banyak berlatih tentu akan kuat ingatannya.

4.Berdisiplinlah menggunakan waktu,tanamkan bahwa waktu itu adalah ilmu,jika kita tidak memanfaatkan waktu maka waktu yang akan memanfaatkan kita.Hitunglah dalam keseharianmu,berapa jam kita gunakan untuk belajar,berapa jam kita pakai untuk tidur,berapa jam kita pergunakan untuk bermain?Mana porsi yang terbanyak?Orang pandai tentu menggunakan sebagian besar waktunya untuk belajar,sedang orang bodoh menghabiskan waktunya untuk bermain .

5.Tentukan target yang jelas ,bidang studi apa yang akan kita jadikan pionir,berapa nilai yang harus kita peroleh dlsb.Mulailah mentarget dari pelajaran yang engkau anggap ringan,misalkan engkau target mendapat nilai 8,setelah tercapai baru pelajaran yang lainnya.

6.Berlatih konsentrasi dalam belajar baik di kelas maupun ketika belajar sendiri.Semakin baik dan semakin lama kita mampu berkonsentrasi semakin kuat dan cepat kita menguasai materi.Cobalah berlatih mengukur dan menambah konsentrasi belajarmu dengan cara membaca sebuah cerita,fokuskan perhatianmu.Catat dari awal membaca (awal konsentrasi)sampai  fikiranmu tidak tertuju lagi pada cerita yang kamu baca(akhir konsentrasi),berapa menit.Kemudian coba lagi seperti itu dan seterusnya hingga kamu mendapatkan konsentrasi terlama dan terbagus.

7.Berani dan tidak malu bertanya karena guru akan membimbing mana yang kita tidak tahu.Kesalahan besar yang sering terjadi pada pelajar dalam belajar di sekolah adalah tidak berani bertanya.Karena tidak bertanya maka guru tidak mengerti bagian materi mana yang harus diulang,sehingga guru hanya mendapatkan data yang semu alias tidak nyata,karenanya ketika guru melanjutkan pembelajaran,terjadi ketidakpahaman yang menumpuk pada diri siswa.Kita jadi rugi sendiri jika malu bertanya.

8.Ikuti organisasi yang ada di sekolahmu karena dengan berorganisasi kita akan terlatih untuk mengemukakan pendapat dan berwawasan luas.Sering berinteraksi dengan orang-orang yang pintar akan membuat kita jadi pintar.

9.Amati dimana kelebihanmu,maka ikuti pengembangan diri sesuai dengan bakatmu,sebab dengan bakatmu mungkin menjadikan kamu siswa yang berprestasi.Perlu diketahui bahwa prestasi tidak hanya di bidang akademik saja tetapi dapat juga non akademik,maka mana bakat yang kamu senangi kembangkanlah.

10.Sholat dan doa adalah kunci dari sekian banyak usaha,yang berarti memasrahkan usha yang telah kita jalani untuk mendapatkan karunia dari illahi.Bagi Alloh sesuatu yang tidak mungkin dalam pandangan manusia,menbjadi mungkin.Dan manakla Dia menginginkan sesuatu cukuplah berfirman Kun fayakun (jadilah maka terus jadi).
Selamat berprestasi dengan kepribadian yang berkarakter.
                                                                                  Oleh: Agus H

Senin, 10 September 2012


 BURUKNYA GHIBAH

      “Dan janganlah sebagian kalian meng-ghibbah sebagian yg lainnya, sukakah kalian jika nanti (di hari Kiamat) memakan daging bangkai saudara kalian tersebut, pasti (saat itu kelak) kalian akan merasa sangat jijik. (QS 49/12) 
Banyak orang yang tidak berpengetahuan menganggap ghibah sebagai sesuatu yang kecil,padahal akibatnya sangat berbahaya.Mencari dan menceritakan keburukan seseorang hampir sudah menjadi  budaya manusia,bahkan bernilai ekonomi jika dikemas dengan intertainer.Jika budaya semacam ini tidak disembuhkan /dihilangkan maka seolah hidupnya manusia ini seperti hewan yang tak memiliki tata krama dan akhlak.Agar kita mengetahui tentang seluk beluk ghibah mari kita simak berikut ini:
 
MAKNA GHIBAH :
1. Secara Bahasa : Merupakan musytaq dari al-ghib, artinya lawan dari nampak, yaitu segala sesuatu yg tdk diketahui bagi manusia baik yg bersumber dari hati atau bukan dari hati. Maka ghibah menurut bahasa ialah : Membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan.
 2. Secara Definisi : Seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal2 keburukannya dan yg tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dlm hadits bhw nabi SAW pd suatu hari bersabda : Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : ALLAH dan rasul-NYA yg lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW : Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yg tdk disukainya. Kata para sahabat : Bagaimana jika pd diri saudara kami itu benar ada hal yg dibicarakan itu? Jawab nabi SAW : Jika apa yg kamu bicarakan benar2 ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa yg kamu bicarakan tdk ada pdnya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya. (HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

BENTUK SERTA JENIS2 GHIBAH

1. Aib dlm Agama : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Dia itu fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan shalat, meremehkan terhadap najis, tdk bersih kalau bersuci, tdk memberikan zakat pd yg semestinya, suka meng-ghibah, dsb.
2. Aib Fisik : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Dia itu buta,  tuli, bisu, lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking, dsb.
3. Aib Duniawi : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Dia itu kurang ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak omong, sering tidur bukan pd waktunya, duduk bukan pd tempatnya, dsb.
4. Aib Keluarganya : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Dia itu bapaknya fasik, Cina, tukang batu, dll.
5. Aib Karakter : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Dia itu buruk akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu2, lemah, lemah hatinya, sembrono, dll.
6. Aib Pakaian : Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati mata kaki, kucel/dekil, dsb.
7. Ghibah dikalangan Ulama : Seperti kata2mu pd sesama muslim : Bagaimana sih kabarnya? (dg maksud meremehkan), semoga ALLAH memperbaikinya, semoga ALLAH mengampuninya, kita memohon ‘afiah dari  ALLAH, semoga ALLAH memaafkan kita karena kurang rasa malu, dsb semua  kata dan doa yg maksudnya mengecilkan kedudukan orang lain.
8. Prasangka Buruk Tanpa Alasan : Prasangka buruk merupakan ghibah hati.
9. Mendengar Ghibah : Tanpa mengingkari/menegur, dan tdk meninggalkan majlis tsb.

GHIBAH DALAM ISLAM
Ghibah hukumnya haram dlm syariat Islam berdasarkan ijma’ kaum muslimin karena dalil2 yg jelas dan tegas baik dlm kitab maupun sunnah, diantaranya :
1. Bersabda nabi SAW saat hajji wada’  : “Hari apakah ini?!” Jawab semua manusia yg hadir ketika itu : Hari Arafah ya rasuluLLAH.. Tanya nabi SAW lagi : “Di tanah apakah ini?!” Jawab manusia yg hadir : Di tanah haram ya rasuluLLAH... Tanya nabi SAW lagi : “Bulan apakah ini?!” Jawab manusia lagi : Bulan haram ya rasuluLLAH... Maka kata nabi SAW : “Sesungguhnya darah2 kalian, harta2 kalian, kehormatan2 kalian haram hukumnya atas kalian, sama seperti haramnya hari ini, di tanah ini dan di bulan ini !!! Apakah sdh aku sampaikan pd kalian?!” Maka jawab manusia yg hadir : Sudah wahai rasuluLLAH.. Maka kata nabi SAW lagi : “Ya ALLAH saksikanlah sudah aku sampaikan...”  (HR Bukhari 1/145-146, Muslim 1679)

2. Bersabda nabi SAW : “Barangsiapa yg membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka ALLAH SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.”  (HR Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)

3. Bersabda nabi SAW : “Ketika aku dimi’rajkan aku melihat ada 1 kaum yg memiliki kuku2 panjang dari tembaga, sedang mencakari muka2 dan dada2 mereka sendiri. Maka aku bertanya pd Jibril : Siapa mereka ini? Jawab Jibril : Mereka adalah org2 yg suka memakan daging manusia dengan merusak kehormatan mereka.”  (HR Abu Daud 4878 dan Ahmad 3/224)
 4. Nabi SAW berdiri untuk shalat, lalu beliau SAW bertanya : “Dimana Malik bin Dukhsyum?”  Maka ada yg menjawab : Ia sdh munafik wahai rasuluLLAH, tdk lagi mencintai ALLAH dan rasul-NYA. Maka jawab nabi SAW : “Jangan sekali2 kamu berani berkata begitu! Tidakkah kamu lihat ia mengucapkan Lailaha ilaLLAH karena mengharap keridhaan-NYA?! Sungguh ALLAH SWT telah mengharamkan neraka bagi orang  yg mengucapkan La ilaha illaLLAH karena mengharapkan keridhaan-NYA.”  (HR Bukhari 3/49-50, Muslim 1/455)
5. Bersabda nabi SAW : “Muslim dg muslim lainnya itu bersaudara, tdk boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dg muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini! (sambil nabi SAW menunjuk pd dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim.”  (HR Muslim 2564)
 6. Bersabda nabi SAW pd Aisyah ra ketika Aisyah ra berkata ttg Shafiyyah ra : Apakah cukup bagi anda Shafiyyah yg begitu? (maksudnya pendek badannya) Maka jawab nabi SAW : “Sungguh engkau sdh mengucapkan 1 kata yg seandainya dicampur dg air lautan maka niscaya akan berubah lautan itu karenanya.”  (HR abu Daud 4875, Tirmidzi 2504-2505, Ahmad I/189) Sehingga berkata Imam Nawawi rahimahuLLAH : Diantara peringatan yg paling hebat ttg akibat ghibbah adalah hadits ini dan aku tdk pernah menemukan hadits yg lebih keras peringatannya ttg masalah ini selain hadits ini.

BEBERAPA PENGECUALIAN DIBOLEHKANNYA GHIBBAH
1. Orang yg dizhalimi : Dibolehkan bagi orang yg dizhalimi untuk mengadukan orang yg menzhaliminya kepada penguasa/hakim berdasarkan firman ALLAH SWT : “ALLAH tdk menyukai perkataan yg buruk kecuali bagi orang yg dizhalimi.”  (QS 4/148)

 2. Meminta tolong untuk menghentikan kemunkaran : Menghentikan orang yg bermaksiat dg mengadukannya kepada org yg mampu menghentikannya, berdasarkan hadits : “Barangsiapa melihat kemunkaran maka hendaklah diubahnya dg tangannya, jika ia tdk mampu maka dg lidahnya dan jika ia tdk mampu maka dg hatinya, tetapi itu adalah selemah2 iman.”  (HR Muslim 49, Abu Daud 1140, Tirmidzi 2173, an-Nasai 8/111, Ibnu Majah 4013)

3. Meminta fatwa  : Dibolehkan seseorang bertanya kepada mufti misalnya: Ayahku/ saudaraku/temanku telah menzhalimi aku, apakah benar demikian? Bagaimana cara mengatasaniya? Berkata istri abu Sufyan pd nabi SAW: Wahai rasuluLLAH, sesungguhnya abu Sufyan itu lelaki yg pelit, sehingga ia tdk pernah memberiku sesuai kebutuhanku dan anak2ku, kecuali jika aku mengambil darinya tanpa sepengetahuannya, apakah dibolehkan yg demikian? Jawab nabi SAW : “Boleh engkau ambil sesuai kebutuhanmu dan anak2mu secara ma’ruf (tdk berlebihan).” (HR Bukhari 9/444-445, Muslim 1714)

4. Meng-ghibbah Pendosa Terang2an : Seperti peminum minuman keras di depan orang banyak, pelaku korupsi yg sdh ketahuan/diketahui banyak orang, dll. Berdasarkan hadits : “Sesungguhnya dosa2 ummatku itu termaafkan, kecuali bagi pelaku dosa terang2an. Seperti orang yg melakukan sesuatu di waktu malam yg sdh ditutupi oleh ALLAH SWT, maka paginya  ia berkata : Hei Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu. Padahal ALLAH SWT sdh menutupinya lalu dibukanya perlindungan ALLAH itu.”

5. Mengenal : Seperti menyebut gelarnya yg dikenal luas oleh semua orang (walaupun gelar itu artinya buruk), seperti gelar2 sahabat dan tabi’in Mush’ab (yg menyulitkan)Hanzhalah (pahit), al-A’masy (si Rabun,dsb.

6. Memperingatkan kaum Muslimin :
a. Mengungkapkan cela seorang perawi dlm hadits, diwajibkan demi terjaganya hadits nabi SAW. Dalilnya di masa nabi SAW pernah ada seorang yg menyampaikan ttg seseorang yg minta izin (untuk tdk ikut peperangan) pd nabi SAW, maka kata nabi SAW : “Izinkanlah ia, ia adalah sejelek2 saudara bagi keluarganya.” (HR Bukhari 10/393, Muslim 2591)
b. Jika orang meminta pendpt kita ttg seseorg untk bergaul dgnya atau berdagang dgnya, dsb, maka wajib bagi kita untuk menyampaikan spy org itu dpt bergaul dg benar dan tdk tertipu. Dalilnya bhw Fathimah binti Qais ra pernah menemui nabi SAW untuk meminta pendptnya ttg lamaran yg diterimanya dari Mu’awiyah dan abu Jahm, maka kata nabi SAW : “Adapun Mu’awiyah maka orangnya miskin sama sekali tdk punya harta, adapun abu Jahm tdk pernah melepaskan pecut dari tengkuknya (suka memukul).” (HR Muslim 1480, Thabrani 2/580, Syafi’i dlm  ar-Risalah/856)
c. Seorang yg diketahui alim atau faqih dan diragukan bhw ia adalah  ahli bid’ah atau fasiq, sehingga orang mengambil ilmu darinya dan belajar kepadanya, maka wajib kita menasihatinya dan jika ia tdk mau meninggalkan bid’ahnya maka wajib diberitahukan pd orang2.
d. Seorang yg memegang kekuasaan dan menyimpang, maka wajib disampaikan penyimpangannya kepada orang yg mengangkatnya, agar mengetahui perihalnya.
e. Kesemua hal ini untuk hal2 yg jelas2 disepakati sebagai penyimpangan, bid’ah dan kejahatan, dan sama sekali bukan pd hal2 yg merupakan bagian ikhtilaf (yg masih diperselisihkan) oleh para ulama dlm Islam.

Adapun mencaci-maki hal2 yg merupakan ikhtilaf, atau mencari2 kesalahan orang lain, atau memberikan penafsiran yg buruk atas para ulama, mujahid Islam dan orang2 yg dikenal tsiqah dan jasa2 serta perjuangannya dlm Islam, maka yg demikian itu merupakan perbuatan fasik dan sama sekali bukan dari akhlaq Islam. Kita berlindung pd ALLAH SWT dr yg demikian...

SEBAB2 TERJATUH KEDLM GHIBBAH
1. Tdk melakukan tatsabbut dan tabayyun (check and re-check), firman ALLAH SWT : “Wahai org2 yg beriman jika datang kepadamu seorg yg fasik membawa sebuah berita, maka tabayyun-lah kalian thd kebenaran berita tsb, agar jangan sampai kalian menimpakan kerugian pd suatu kaum karena kebodohan kalian, sehingga kelak kamu akan menyesal.”  (QS 49/6)
2. Dikuasai oleh amarah dan hawa nafsu, maka seorg muslim adalah org yg kuat menahan hawa nafsu dan kemarahan tsb, karena keduanya adalah sifat syaithan dan tdk pantas seorg mu’min memilikinya, firman ALLAH SWT : “Dan orang yg menahan marahnya, dan orang yg memaafkan manusia, dan sesungguhnya ALLAH mencintai org2 suka berbuat baik.” (QS 3/134)
3. Lingkungan dan pergaulan yg jahat, suka mencaci dan berburuk-sangka, sbgm disebutkan dlm hadits : “Setiap manusia terlahir dlm fitrah, maka kedua orangtuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.”
 4. Dengki dan Iri-hati, ketika kedengkian telah bersarang di dlm hati maka matahari yg terang bersinar akan terlihat gelap-gulita, tanaman yg indah merona akan nampak buruk dan sumpek. Ambillah pelajaran dari kisah putra Adam as, walaupun ia hidup dibwh asuhan seorang nabi, tetapi ketika kedengkian menguasai hatinya maka ia tega membunuh saudaranya sendiri, walaupun saudaranya itu telah menasihatinya dan tdk melawannya sama sekali, perhatikanlah ucapan Habil ketika akan dibunuh oleh saudaranya Qabil: “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, maka aku sekali2 tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada ALLAH RABB sekalian alam.”  (QS 5/28) lalu ia menasihati saudaranya dg halus tentang dosa dari perbuatan membunuh tsb, dg harapan saudaranya akan sadar : “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dg membawa dosa membunuhku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka dan yg demikian itulah pembalasan orang2 yg zhalim.”  (QS 5/29), tetapi kedengkian yg besar membuat Qabil tdk perduli lagi dg agama dan aturan syariat, demikianlah perbuatan dosa kedua yg dilakukan oleh makhluq adalah karena kedengkian.
5. Ujub, Ghurur dan Takabbur, ketika manusia atau kelompok manusia sdh merasa dlm hatinya bhw dirinya lebih pandai dan alim maka ia telah ujub, lalu jika ia mulai meremehkan dan mencela orang lain maka ia menjadi ghurur, dan ketika ia telah merasa bhw kebenaran hanya ada pd diri dan kelompoknya sementara yg lain semua salah dan ia tdk mau menerima kebenaran dr org lain walaupun disampaikan dg hujjah yg nyata maka ia menjadi takabbur. Lihatlah perkataan Fir’aun : “Apakah aku yg lebih baik ataukah org yg hina ini yg hampir tdk bisa jelas dlm berbicara?” (QS 43/52-53) Dlm ayat ini Fir’aun tdk memperhatikan kebenaran yg disampaikan oleh Musa, tp ia berusaha mencari2 kelemahan yg ada pd diri Musa saja dg tujuan untuk menghinanya.
6. Menutupi kelemahan diri, orang yg tdk mau diketahui kelemahannya sehingga ia berusaha menjelek2kan org lain, hal ini dilakukannya karena merasa ia akan kalah pengaruh dan ketenaran dari org yg di-ghibbah-nya, maka ia meng-ghibbah org tsb untuk menutupi kekurangannya dan kelompoknya dari org tsb, sehingga org2 memujinya dan menganggapnya alim dan orgpun menjelek2kan orang lain yg di-ghibbah-nya tsb.
7. Disibukkan dlm Hal Sepele, orang2 yg terbiasa disibukkan dg hal yg kecil dan tdk mengetahui masalah2 besar yg dihadapi oleh ummat akan terus mencari2 kesalahan orang lain, karena banyaknya waktu yg dimilikinya yg seandainya waktu tsb digunakannya untuk mengurus masalah2 ummat yg sdh sedemikian gawat ini maka tdk akan ada wkt baginya untk meng-ghibbah. Hal ini juga dimungkinkan karena tdk mengerti ttg prioritas amal yg harus dilakukan.
8. Tdk mengetahui ttg Bahaya Ghibbah, ummat yg tdk mengetahui ttg dosa besar dan bahaya ghibbah akan menganggap ghibbah sbg hal yg sepele, padahal ia sangat besar disisi ALLAH SWT: “Dan kalian  menganggapnya sepele, padahal ia disisi ALLAH adalah sangat besar dosanya.”  (QS 24/15) Berkata Imam Ibnu Katsir dlm tafsirnya : Tdk aku lihat dosa yg pelakunya demikian keras ditegur oleh ALLAH SWT dan diancam dg azab yg sangat keras, melainkan dosa org2 yg menuduh dg tuduhan bohong dan meng-ghibbah ummul mu’minin Aisyah ra.
9. Tdk Terbiasanya Ummat dlm Hukum Syariah, ummat yg faham maka mereka akan segera menghentikan para pelaku ghibbah siapapun mereka, mencegahnya dg lembut dan keras atau meninggalkannya sama sekali sbg hukuman syariat terhadapnya agar para pelaku ghibbah menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yg benar.
10. Tdk Jelas dlm Penyampaian, kata2, ungkapan, cerita yg tdk jelas atau tdk selesai, bisa mengakibatkan kesalahfahaman diantara yg mendengar. Maka nabi SAW jika berbicara jelas, tegas dan tdk bertele2 agar yg mendengar dpt memahaminya dg sempurna, dan beliau SAW juga biasa mengulangi kata2nya 2 atau 3 kali, supaya jelas.
11. Bercanda dan Main2, bercanda dan main2 dlm Islam ada batasnya, canda itu tdk boleh memasukkan kejelekan org lain sbg bahan tertawaan dan permainan, sabda nabi SAW : “Sesungguhnya seorg mengatakan 1 kata yg tdk disadarinya bahayanya, yg akibatnya ia dilemparkan ke neraka dlm jarak lebih jauh dari jarak Timur dan Barat.”  (HR Bukhari 11/265-266, Muslim 2988, Tirmidzi 2315, Thabrani 2/985)

TERAPI& GHIBBAH
1. Senantiasa mengikhlaskan niat kepada ALLAH dlm semua aspek kehidupan dan memperkuat ketaqwaan kepada-NYA, firman-NYA : “Wahai sekalian manusia sungguh KAMI menciptakanmu dari seorang laki2 dan seorang wanita, lalu KAMI menajdikanmu bersuku2 dan berbangsa2 agar kalian saling mengenal, sesungguhnya yg paling taqwa diantara kalian adalah yg paling taqwa  diantara kalian, sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. (QS 49/13)
2. Merasakan bahwa setiap kata yg keluar dari mulut kita dicatat dan akan dipertanggung-jawabkan di hadapan ALLAH SWT, firman-NYA : “Dan tidaklah satu katapun yg mereka ucapkan kecuali ada malaikat yg senantiasa dekat lagi mencatat.”  (QS 50/18)
3. Senantiasa melakukan pengecekan secara teliti terhadap kebenaran berita yg berkenaan dg diri seseorang atau kelompok, firman-NYA :“Hai org2 yg beriman jk datang kepadamu org fasik membawa berita maka ceklah kebenaran berita itu dg teliti, agar kamu tdk menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa tahu persis keadaan sebenarnya yg menyebabkan kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49/6)
4. Menahan marah dan mengendalikan hawa-nafsu: “Dan orang2 yg menahan marahnya dan memaafkan manusia, maka sesungguhnya ALLAH mencintai org2 yg berbuat kebaikan.”  (QS 3/134)
5. Mencari lingkungan yg bersih dan jauh dari mencaci dan meng-ghibbah orang lain dan menyibukkan diri untuk melihat dan memperbaiki kekurangan diri: “Hai org2 yg beriman janganlah suatu kaum mengejek kaum yg lain, karena boleh jadi yg diejek itu lbh baik dari kamu (disisi ALLAH). Dan janganlah kalian mencela diri kalian sendiri(saudara sesama muslim), dan janganlah kalian panggil-memanggil dg gelar yg buruk. Seburuk2 panggilan adalah panggilan yg buruk setelah kalian beriman, dan barangsiapa yg tdk segera bertaubat maka itulah orang2 yg zalim.” (QS49/11)
6. Selalu berprasangka baik kepada sesama muslim dan mencarikan alasan baik jika melihat kekurangannya serta menasihatinya secara sembunyi: “Mengapakah di waktu kalian mendengar berita itu orang2  mu’min tdk bersangka baik kepada diri mereka sendiri (saudara sesama muslim) dan (lalu) berkata: Ini adalah suatu kedustaan yg nyata.” (QS 24/12)
7. Menutupi aib sesama muslim dan tdk berusaha menyebar2kan keburukan orang lain: “Sesungguhnya org2 yg ingin agar berita ttg perbuatan yg amat keji itu tersiar dikalangan org2 yg beriman, bagi mereka azab yg pedih di dunia dan di akhirat. Dan ALLAH lebih Mengetahui sedangkan kalian tdk mengetahui.”  (QS 24/19)
8. Mendakwahi para ulama dan panutan masyarakat yg memiliki sifat senang mencari2 kesalahan orang lain dan meng-ghibbah.
9. Mencari kejelasan dari kata2 dan pembicaraan sehingga tdk menduga2  maksudnya.
10. Mendakwahi ummat agar sensitif dan mencegah thd para pelaku ghibbah.
11. Senantiasa mengingat balasan ALLAH SWT bagi para pelaku ghibbah dan bahayanya bagi ummat.

Rabu, 05 September 2012


HARUSNYA ORANG ISLAM ITU PINTAR

Ada beberapa alasan yang mengharuskan orang islam itu pintar.Alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

1.Al-Quran sebagai kitab sucinya memberitakan bahwa Alloh akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat selagi orang yang berilmu itu tetap beriman.
Dengan pemberitaan ini harusnya orang islam berpacu untuk bisa menjadi  orang yang berilmu alias pintar.Karena logika nalar dalam kehidupan sehari-hari setiap orang pasti menginginkan derajat yang tinggi,seperti menjadi seorang yang alim,seorang yang kaya,seorang yang ditokohkan,seorang yang dermawan dan lain-lain predikat dimasyarakat yang berderajat tinggi menurut pendapat keumuman masyarakat.Orang yang ingin kaya tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih citanya dengan bekerja keras memaanfaatkan seluruh potensinya.

Tapi mengapa orang-orang tidak menyambut seruan Al-Qur’an,karena ia tidak nyakin seratus persen,padahal janji Alloh itu tidak mungkin bohong,pasti benar.Karena ragu atau tidak yakin seratus persen maka ayat itu tidak dapat memotivasi dirinya,sehingga kelihatan orang-orang itu malas,tidak tekun,tidak gigih berusaha,tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dll.walhasil ya mereka tentu terbelakang,bodoh dan hanya seperti buih yang mudah hilang diterpa air dan angin.

Orang-orang yang sukses yang ada dimuka bumi ini sejarahnya adalah orang –orang yang ulet,gigih dalam perjuangan,karena ia tahu bahwa itu akan membuatnya menjadi berderajat tinggi dihadapan masyarakat maupun Tuhannya.Tak ada dalam sejarah itu orang sukses karena malas.Mungkin saja orang kaya mendadak karena menerima hadiah atau warisan tetapi lihat saja kelanjutannya,bisa dipastikan kekayaannya akan hilang karena tidak bisa mengelola alias bodoh bin malas.Jadi hanya orang-orang bodohlah yang tidak termotivasi dengan pemberitaan al-qur’an diatas.

Mereka yang bodoh adalah mereka yang tidak memahami agama,karenanya tidak termotivasi untuk membawa dirinya sesuai dengan anjuran Illahi.Sebaliknya orang-orangyang pintar adalah orang-orang yang memahami agama dan bergerak menuju apa yang dianjurkan dalam ajaran agama tersebut.

2.Assunah sebagai sumber rujukan kedua memberikan pengabaran yang jauh lebih tegas,”Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi orang islam,”.’”Mencari ilmu sejak dari kandungan hingga liang lahat,”.,”Carilah ilmu walau sampai di negeri cina,”Dll.
Jika orang islam yakin betul dengan ajaran ini,kemudian bergerak untuk dapat memenuhi anjuran ini maka dapat dipastikan mereka akan jadi orang-orang yang pintar semua melebihi umat yang lain.Permasalahannya mereka tidak mau memahami anjuran ini dengan sungguh-sungguh,tidak memahami agama dengan baik ,maka yang terjadi ya kebodohan.Padahal jika mereka mau bangun memenuhi perintah agama tentu akan terbuka jalan-jalan kesuksesan bagi orang-orang yang berilmu.

Senin, 03 September 2012

Untuk memenuhi Nilai sesuai KKM maka siswa yang hasil ulangannya kurang dari KKM(75) diharuskan membuat tugas sbb:


TUGAS REMIDI BIOLOGI KELAS IX
    Standar Kompetensi
1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan
    Kompetensi Dasar
1.1.Mendi skripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan


"CARI SITUS DI INTERNET TENTANG ALAT-ALAT EKSKRESI MANUSIA DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM EKSKRESI.  PRINT OUT DAN JILIDLAH!

Format Judul sampul depan sbb:
SISTEM EKSKRESI DAN PENYAKIT SISTEM EKSKRESI
              (disusun untuk memenuhi tugas remidi)

                               Oleh........

          SMP NEGERI 1 POLOKARTO
KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH

Materi sistem ekskresi dapat di Download disini atau klik disini

Jumat, 31 Agustus 2012


MENABUR  IBADAH MENUAI BAROKAH
( Khutbah Hari Raya Qurban )
Oleh.Agus Wiyono
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh
Ma’asyiral muslimin rohimakumulloh

Puji syukur alhamdulillah pagi ini kita dapat melaksanakan sebagian perintah Alloh dan Roasulullah yakni beribadah sholat Idul adha yang insyaAlloh kita lanjutkan dengan penyembelian hewan qurban. Alhamdulillaahi robbil ‘alamin karena rahmatnyalah, iman dan islam ini tetap kokoh dalam hati sanubari kita sampai hari ini,semoga Alloh memberikan kekuatan pada kita untuk menjaga harta yang paling berharga tersebut sampai azal menjemput kita.

Hadirin rohimakumulloh,pada hari ini jutaan umat islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan suatu peribadatan yang besar yaitu sholat Idul adha yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Jutaan jamaah haji berlomba-lomba untuk mendapatkan keridhoan Alloh dengan predikat sebagai haji mabrur. Mereka bertaruh harta ,benda dan jiwa meninggalkan keluarga dan sanak saudara menuju Makah al mukaromah untuk melaksanakan ibadah haji. Perbedaan suku,bangsa,warna kulit tidakmenghalangi mereka untuk melaksanakan ibadah,tafakur melaksanakan perintahNya.Inilah cermin mulia peradaban agama islam yang kita anut bersama.Semoga mereka dapat mencapai predikat yang diidam-idamkannya,dan semoga Alloh swt memberikan kemampuan bagi kita untuk dapat melaksanakan peribadatan ini ditahun-tahun kemudian. Amiin.

Allohu akbar Allohu akbar walillahilham

Saudaraku yang insyaAlloh dimuliakanNya,
Marilah sejenak kita menghayati peristiwa monumental yang diabadikan Alloh swt didalam Al-Qur’an surah Ash-shofat ayat 102-103 :
Artinya:

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabarannya)

Sepenggal kisah diatas adalah fakta sejarah masa lalu yang mengajarkan pada kita tentang :
  1. Ketaatan dan kecintaan hamba terhadap Al-Kholiq
  2. Keikhlasan dan kesabaran hamba dalam menjalankan perintahNya
  3. Ketaatan seorang putra pada orangtua.

Hadirin yang berbahagia kecintaan pada Alloh harus ditempatkan pada ranking yang paling atas dari segala bentuk-bentuk kecintaan dan ketaatan yang ada dimuka bumi.Ketaatan kepada sang kholiq harus dinomor satukan dari cinta dan taat pada makhluk. Kita tidak mengingkari bahwa ada bentuk-bentuk kecintaan yang kita miliki,cinta pada harta,cinta pada keluarga,cinta pada saudara dll.Akan tetapi bentuk kecintaan tersebut tidak boleh mengalahkan kecintaan dan ketaatan kita pada Alloh swt,sebagaimana telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim as.Beliau mampu menempatkan bentuk kecintaan sesuai dengan porsinya. Sesungguhnya gebyar kehidupan dunia ini hanyalah fata murbana,yang indah dipandang susah didapat menggiurkan dan memperdaya. Sebagaimana firman Alloh dalam surah Al – An’aam ayat 32 :



Artinya:
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka . Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

Allohu akbar Allohu akbar walillahilhaam
Hadirin rahimakumulloh ,berkiblat dari sejarah yang telah diperankan Nabi Ibrahim dan diteruskan oleh Rosululloh Muhammad saw,maka marilah kita mengikuti seruan yang telah didokumentasikan di dalamal-qur’an surat al-Kautsar 1-3
  
Artinya;
001. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak.
002. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
003. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Hari ini kita kita bersujud syukur dengan melaksanakansholat id bersama dan insyaAlloh kita akan melanjutkan proses ketaqwaan kita dengan menyembelih hewan qurban. Sungguh Alloh tidak membutuhkan daging sembelihan,Alloh tidak membutuhkan darah qurban,Alloh tidakmembutuhkan secuil apapun dari makhluknya karena ditangannyalah segala kekuasaan. Semua itu tidak dapat sampai kepada Alloh melainkan ketaqwaan kita yang sampai kepada Alloh,sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Haj 36-37 :
Artinya :

036. Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
037. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Allohuakbar Allohuakbar walillahilhaam
Rosululloh memberikan peringatan yang keras kepada kita sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu majah :
Artinya:
Dari Abu Hurairoh,” Rosululloh saw telah bersabda,barangsiapa yangmempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban,maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami “
Kemudian dalam hadis lain disebutkan :
Ibunda A’isah ra. Menceritakan bahwa nabi bersabda : “ Tidaklah anak adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (iedul adha ) yang lebih dicintai alloh melebihi mengalirnya darah qurban,maka hendaknya kalian merasa senang karenanya” ( HR.Tirmidzi,Ibnu Majah dan Al Hakim )

Hadirin rahimakumulloh
Ketaqwaan dan ketaatan hamba kepada Alloh selalu akan membuahkan kesejahteraan dan kedamaian pada manusia. Inilah Haq ! ini janji Alloh ini sunatulloh yang pasti berlaku sebagaimana berlakunya hukum alam yang kita rasakan setiap saat. Sebab salah satu cara Alloh memelihara makhluknya dimuka bumi adalah dengan menetapkan hukumnya,perintah dan larangannya.Jika makhluk mau taat pasti selamat tetapi jika mereka kufur maka rusaklah kehidupan manusia. Firman Alloh dalam al-qur’an surat Al-A’rof 96

Artinya

096. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Alloh jadikan hamparan bumi dan seisinya ini untuk kesejahteraan manusia,untuk dimanfaatkan dan dipelihara demi kepentingan manusia itu sendiri,akan tetapi manusia tidak diberi hak untuk merusaknya. Jika manusia berbuat melanggar larangannya berlakulah sunatulloh,kerusakan dan bencana akan menimpa manusia.
Apa yang terjadi dan terlihat didepan mata kita kita sekarang adalah sebuah fenomena,betapa manusia sekarang cenderung melakukan tindakan mempertahankan hawa nafsu,sehingga dengan menghalalkan segala cara ia berusaha memenuhi nafsu keduniawiannya. Orang menjadi tidak tenang jika tidak dapat menumpuk harta,ia abaikan tatanan moral keagamaan,ia abaikan ilmu kelestarian alam,yang ia pentingkan hanyalah memenuhi keinginannya saja,asalkan selamat dari jerat hukum manusia maka ia teruskan perbuatannya sampai ia dipahamkan oleh kenyataan terjadinya bencana dimana-mana,bahkan jika dengan itu mereka tidak paham maka kelak Alloh akan  mengadilinya dengan seadil-adilnya. Dalam kontek diatas manusia juga cenderung mudah frustasi,suka mendholimi diri,bahkan menjatuhkan dirinya kejurang kebinasaan pada hal Alloh melarang dalam hal ini .Firman Alloh  surah Al-Baqoroh 195

Dan belanjakanlah  di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Allohu akbar Allohu akbar walillahilhaam
Muslimin walmuslimat rahimakumulloh
Ketabahan dan kesabaran yang ditunjukkan oleh Ibrahim dan anaknya Ismail memberikan pengajaran pada kita bahwa dalam mengarungi samudera kehidupan ini sangat diperlukan ketabahan dan kesabaran,sebab dalam memenuhi perintah Alloh dan menjauhi larangannya terdapat ujian dan cobaan. Kalau ada penderitaan yang membuahkan kebahagiaan itu adalah ujian.Ujian perlu kita usahakan penyelesaiannya,sehingga orang yang lulus dari ujian pastilah masuk ke tingkat derajat yang lebih tinggi. Jika ada kejadian yang membutuhkan kesabaran dan ketabahan  serta keikhlasan maka itulah cobaan. Cobaan diperlukan untuk mengetes apakah betul kita cinta dan taat pada illahi robbi. Firman alloh dalam surat Al-ankabut 2-3 : 
Artinya :

002. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
003. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Hadirin rahimakumulloh
Sisi lain yang bisa kita petik  hikmah yang terkandung dalam qurban adalah menanamkan jiwa ini untuk peduli terhadap orang lain,peduli pada persaudaraan peduli pada kebersamaan. Dengan dibagikannya daging qurban pada sesama maka mereka akan merasakan manfaat daging tersebut.Sebagaimana sabda Rosul yang diriwayatkan oleh Imam ahmad yang artinya :
Dari Sa’id,Rosululloh saw telah bersabda “janganlah kamu jual daging denda haji dan daging qurban,tetapi makan dan sedekahkanlah dagingnya itu serta ambillah manfaat kulitnya dan jangan dijual”.
Hadirin, barangkali suatu ketika kita akan dihadapkan pada dua pilihan,antara menggunakan uang untuk kepentingan pribadi dengan menggunakan uang untuk kepentingan umat dalam hal ini berqurban. Bagi orang-orang yang mendalam keimanannya maka ketika ia memiliki kemampuan untuk melaksanakan peribadatan maka ia tidak akan menunda-nunda karena dengan melaksanakan qurban,melaksanakan perintah Alloh ,kepentingan pribadi dan keluarga kita juga akan dijamin Alloh tercapainya.
Sebagaimana firman Alloh dalam surat At-Thalaq  3



Artinya ; Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Akhirnya mrilah kita berusaha dengan sekuat dan semampu kita untk dapat melaksanakan ibadah mulia di hari raya ini. Ketaatan kita dalam menyembelih qurban hanyalah sebagian awal dari ketaatan kita padaNya.Dihari-hari selanjutnya tantangan keimanan dan ketaqwaan akan merupakan ujian yang harus kita selesaikan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.




AYAT-AYAT ORANG BERAKAL

Hanya orang-orang yang berakallah yang diberi amanah Tuhan untuk memenuhi syariatnya,mengatur ,memakai dan memelihara alam semesta.Akal merupakan software yang sangat fital dalam tubuh manusia,karena dengan dia kita dapat menimbang,memilah dan memilih mana yang bermanfaat bagi manusia. Berikut saya sajikan ayat-ayat Al-Qur”an tentang orang-orang berakal.

1.Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (Q.S.13.19)

2.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya  malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(Q.S.3.190)

3.Dia-lah yang menurunkan Al Kitab  kepada kamu. Di antara  nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain  mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran  melainkan orang-orang yang berakal. (Q.S.3.7)

4.Allah menganugerahkan al hikmah  kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran . (Q.S.2.269)

5.Dan sesungguhnya Kami  tinggalkan  daripadanya  satu  tanda  yang  nyata  bagi orang-orang yang berakal.(Q.S.29.35)

6.dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya;  dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda  bagi kaum yang berakal.(Q.S.45.5)